mini skripsi metopel

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga sejumlah kebutuhan pokok berskala nasional terdongkrak naik. Hal ini membuat kalangan warga masyarakat kalang kabut mengatur pengeluaran dan umumnya terpaksa mengubah pola konsumsi mereka, sedangkan sebagian lagi terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dalam pengertian sehari-hari, manusia merupakan bagian anggota dalam masyarakat yang memiliki upaya untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Untuk itu, warga masyarakat tidak terlepas dari konsumsi yaitu pengeluaran total untuk memperoleh barang dan jasa dalam suatu perekonomian untuk satu periode atau jangka waktu tertentu. Setiap warga masyarakat memiliki pola konsumsi yang berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga pola konsumsi ini kemudian akan berdampak terhadap perubahan tingkat konsumsi. Pola konsumsi merupakan salah satu indikator dalam mengukur tinggi atau rendahnya tingkat konsumsi warga masyarakat. Perubahan tingkat konsumsi biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah adanya perbedaan tingkat pendapatan, perbedaan akan kebutuhan, perbedaan selera, sosial ekonomi, tingkat harga, perbedaan usia, dan beberapa faktor lainnya. Mahasiswa dan pelajar merupakan bagian dari warga masyarakat yang menjadi pelaku konsumsi dari suatu kegiatan ekonomi. Sebagai mahasiswa dan pelajar, umumnya mereka memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang berbeda dibandingkan dengan kelompok warga masyarakat lainnya.

Menurut Martinus (2007: nartub@fsrd.itb.ac.idergo@lib.itb.ac.id) bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini umumnya adalah efisien, efektif, produktif, cepat, praktis, fungsional, multiguna (usability-compatibility), dan bergaya, yang mengarah kepada kemudahan, kenikmatan dan semua itu menyublim ke dalam konsep kualitas hidup manusia modern. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kerumitan cenderung dihindarkan dan ditinggalkan, dan semaksimal mungkin diambil alih oleh teknologi.

Walaupun pasca kenaikan dan penurunan BBM yang terjadi pada periode Mei 2008 sampai Februari 2009 sangat berimplikasi terhadap perubahan pola konsumsi mahasiswa dan pelajar, namun pemenuhan akan kebutuhan harus tetap dipenuhi guna menyempurnakan tujuan dari pendidikan yang sedang diemban. Pembayaran uang sekolah bagi pelajar, dan pembayaran uang semester bagi para mahasiswa tidak dapat ditunda pelaksanaannya. Sebab itu adalah kewajiban utama pelajar dan mahasiswa disamping belajar dan menuntut ilmu pengetahuan. Kebutuhan senantiasa akan mengalami perubahan dari masa ke masa, seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, sehingga terkesan lebih dinamis. Perubahan akan kebutuhan ini akan membawa implikasi pada perubahan tingkat konsumsi dan perilaku mahasiswa dalam membeli produk tertentu. Tingkat pembelian suatu jenis produk yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar untuk memenuhi kebutuhannya dapat diukur dari aktivitas dan pendapatan (budget) mereka.

Aktivitas menunjukkan adanya kebutuhan untuk aktif bekerja atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Aktivitas mahasiswa dan pelajar akan mempengaruhi pola konsumsi mereka didalam memilih jenis buku, peralatan tulis, peralatan elektronik seperti komputer atau laptop, handphone serta keperluan lain yang mendukung aktivitas mereka dalam mengakses informasi dan ilmu pengetahuan. Perubahan pola konsumsi ini akan sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi.

Pendapatan (budget) merupakan sejumlah uang yang dimiliki dan dikelola untuk tujuan pemenuhan kebutuhan. Pendapatan akan menciptakan perubahan tingkat konsumsi, semakin tinggi pendapatan maka konsumsi juga akan semakin meningkat, demikian juga sebaliknya, semakin rendah pendapatan maka konsumsi juga rendah. Setiap mahasiswa dan pelajar memiliki budget atau pendapatan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, sehingga dalam hal ini akan menimbulkan perubahan pola dan tingkat konsumsi yang berbeda-beda pula.

Kenaikan harga BBM telah memberikan sumbangsih yang negatif terhadap seluruh aspek kebutuhan mahasiswa dan pelajar. Kenaikan harga BBM mengakibatkan sejumlah biaya (pengeluaran) juga ikut meningkat. Untuk menyeimbangkan pola kegiatan konsumsi terhadap kenaikan harga yang diakibatkan oleh fluktusi harga BBM, mahasiswa dan pelajar harus bijak dan cermat dalam memilih jenis produk yang mereka perlukan, dengan tujuan untuk meminimalisir biaya. Sehingga sisa uang yang diperoleh dengan merminimalisir biaya konsumsi tersebut selanjutnya akan dapat disisihkan dan disimpan dalam bentuk tabungan (saving).

Tabungan tidak selalu sama dengan investasi, dan tidak ada mekanisme otomatis yang membuat keduanya sama, pada umumnya mahasiswa dan pelajar menyimpan uang mereka dalam bentuk tabanas (tabungan di Bank), namun masih ada beberapa mahasiswa dan pelajar yang masih menyimpan uang mereka di dalam dompet atau celengan, dengan alasan keamanan dan kepraktisannya. Tujuan dan alasan mereka untuk menabung sangat beraneka ragam satu dengan yang lainnya.

Dengan alasan yang telah dikemukakan sebelumnya dan melihat besarnya pengaruh fluktuasi harga BBM (kenaikan dan penurunan harga BBM) terhadap tingkat  konsumsi serta tabungan mahasiswa dan pelajar, menimbulkan daya tarik bagi penulis untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Kenaikan dan Penurunan Harga BBM Terhadap Tingkat Konsumsi dan Volume Tabungan Mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan”.

  1. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

  1. Apakah terdapat pengaruh antara kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan?
  2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan volume tabungan mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan?
  3. Faktor kebutuhan mana (aktivitas atau pendapatan) yang paling dipertimbangkan oleh mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan untuk mengambil keputusan dalam membeli suatu jenis produk?
  1. C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

  1. D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, “Apakah terdapat pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan”.

  1. E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan mahasiswa Manajemen-A Stambuk 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

  1. F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah:

  1. Bagi penulis, sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan pemahaman di bidang ilmu ekonomi, khususnya pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan.
  2. Bagi mahasiswa dan pelajar, sebagai tambahan informasi dan masukan kepada mahasiswa dan pelajar dalam mengambil kebijakan atau keputusan yang terkait dengan konsumsi dan tabungan.
  3. Bagi lembaga pendidikan Unimed, sebagai tambahan literatur kepustakaan di bidang penelitian mengenai pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan.
  4. Bagi peneliti lain, sebagai referensi terlebih bagi yang ingin memperdalam penelitian mengenai pengaruh kenaikan dan penurunan harga BBM terhadap tingkat konsumsi dan volume tabungan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. A. Kerangka Teoritis
  2. 1. Bahan Bakar Minyak (BBM)

1.1 Pengertian Bahan Bakar Minyak (BBM)

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan masyarakat atau rumah tangga yang digunakan untuk menggerakkan suatu aktivitas untuk tujuan tertentu. BBM sangat memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat. Dengan BBM masyarakat dapat dengan mudah untuk melaksanakan aktivitasnya, baik aktivitas dalam kegiatan ekonomi, maupun aktivitas lain yang menjadi rutinitas mereka.

Bahan Bakar Minyak (BBM) biasanya digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin produksi serta digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Menurut poling data dan pengamatan suatu perusahaan kendaraan bermotor Suzuki, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap kendaraan roda dua meningkat sebesar 70%, hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap BBM akan meningkat juga.

Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia dikelola oleh pemerintah (BUMN) melalui Pertamina. Pertamina akan mengolah dan mendistribusikan BBM kepada masyarakat. Produk BBM yang ditawarkan oleh Pertamina beraneka ragam, diantaranya bahan bakar bensin, solar dan bensol. Oleh sebab itu, masyarakat tinggal memilih bahan bakar jenis apa yang mereka butuhkan dan tentunya sesuai dengan keadaan keuangan mereka.

1.2 Pengertian Harga

Harga merupakan sejumlah uang yang dikorbankan untuk sejumlah barang atau jasa yang dibeli. Harga akan sangat menentukan permintaan dan penawaran konsumsi terhadap suatu produk atau jasa tertentu.

Produk atau jasa yang ditawar dengan harga yang tinggi atau mahal, akan menurunkan permintaan atau konsumsi masyarakat. Demikian sebaliknya, jika harga yang ditawarkan rendah atau murah, maka masyarakat akan tertarik untuk membelinya bahkan menjadi pelanggan setia dari produk atau jasa tersebut.

Karena peranan price (harga) sangat penting, maka manajemen pemasaran menggunakan price (harga) masuk ke dalam bentuk strategi pemasaran, tujuannya adalah untuk mengkontrol dan menjaga kestabilan harga produk.

1.3 Analisis Kenaikan dan Penurunan Harga BBM

Kenaikan dan penurunan harga BBM adalah suatu bentuk dari fluktuasi permintaan dan penawaran. Ada delapan faktor yang dapat mempengaruhi perubahan permintaan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu jenis produk atau jasa tertentu yaitu:

  1. Harga barang itu sendiri
  2. Harga barang lain yang terkait
  3. Tingkat pendapatan
  4. Selera atau kebiasaan
  5. Jumlah penduduk
  6. Perkiraan harga di masa mendatang
  7. Distribusi pendapatan
  8. Usaha produsen dalam meningkatkan penjualan

Ada delapan faktor yang dapat mempengaruhi perubahan penawara harga kepada masyarakat terhadap suatu jenis produk atau jasa tertentu yaitu:

  1. Harga barang itu sendiri
  2. Harga barang lain yang terkait
  3. Harga faktor produksi
  4. Biaya produksi
  5. Teknologi produksi
  6. Jumlah pedagang/ penjual
  7. Tujuan perusahaan
  8. Kebijakan pemerintah

Permintaan dan penawaran akan membentuk suatu kurva yang berbeda grafiknya, berdasarkan kurva permintaan dan penawaran tersebut kita akan melihat dan menganalisis bagaimana kedaan atau kondisi harga BBM saat ini. Jika permintaan berubah, dapat dikarenakan oleh faktor-faktor diatas. Demikian juga untuk analisis penawara, kita dapat melihat melalui kurva penawarannya, apabila terjadi pergeseran maka disebabkan oleh faktor tertentu yang telah disebutkan sebelumnya.

2.2    Pengertian Tingkat Konsumsi

Tingkat konsumsi merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat tinggi atau rendahnya permintaan seseorang terhadap barang atau jasa tertentu. Tingkat konsumsi akan sangat berpengaruh terhadap pola dan gay hidup konsumen. Tingkat konsumsi biasanya disesuaikan dengan pendapatan, harga produk dan tingkat kebutuhannya.

Tingkat konsumsi seorang dengan yang lain adalah berbeda. Karena adanya perbedaan ini, maka cara dan besarnya konsumsi seorang dengan yang lain akan berbeda. Tingkat konsumsi dapat juga dijadikan sebagai tolak ukur seseorang untuk menilai kekayaan atau kesejahteraan.

Jika semakin sering seseorang mengkonsumsi barang atau jasa dengan harga dan merek tertentu, maka kemampuan dan daya belinya tinggi, jika daya beli tinggi itu artinya tingakt pendapatan juga tinggi. Tingkat pendapatan yang tinggi adalah indikator sesorang untuk menghitung atau mengukur kesejahteraan.

2.3    Pengertian Pola Konsumsi

Pola konsumsi  merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi tingkat konsumsi. Pola konsumsi merupakan suatu bentuk kegiatan dalam kehidupan manusia di dunia yang dinyatakan dalam aktivitas, minat dan pendapat/opini seseorang. Secara sederhana gaya hidup digunakan untuk menggambarkan seseorang, sekelompok orang yang saling berinteraksi.

Menurut Prasetijo (2005:56) “pola konsumsi secara sederhana didefenisikan sebagai bagaimana seseorang hidup (how one lives), termasuk bagaimana seseorang menggunakan uangnya, bagaimana ia mengalokasikan waktunya dan sebagainya”.

Kindra, dkk (dalam Prasetijo, 2005:56) juga memberi defenisi “pola konsumsi sebagai bentuk dari aktivitas, minat dan pendapat konsumen yang konsisten dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang dianutnya”. Kata kuncinya; aktivitas dan konsisten. Keduanya dapat digunakan oleh pemasar sebagai perilaku konsumen yang dapat diprediksi.

Hal ini merupakan alat pemasar yang efektif untuk segmentasi. Jadi, pola konsumsi juga merupakan kecenderungan konsumen dalam berperilaku di pasar dan didalam merespon usaha – usaha pemasaran yang dapat diprediksi.

Pola konsumsi adalah ekspresi keluar dari nilai – nilai dan kebutuhan – kebutuhan konsumsi. Dalam menggambarkan pola konsumsi, dapat dilihat bagaimana mereka hidup dan mengekpresikan nilai – nilai yang dianutnya untuk memuaskan kebutuhannya.

Menurut Mowen dan Minor (2001) pola konsumsi didefenisikan secara sederhana sebagai “bagaimana seseorang hidup”. Pola konsumsi menunjukkan bagaimana seseorang hidup, bagaimana mereka membelanjakan uangnya dan bagaimana mereka mengalokasikan waktu mereka.

Pola konsumsi dapat berubah, akan tetapi perubahan ini bukan disebabkan oleh berubahnya kebutuhan. Kebutuhan pada umumnya tetap seumur hidup, setelah sebelumnya dibentuk dimasa kecil. Perubahan ini bisa terjadi karena nilai – nilai yang dianut konsumen yang berubah akibat pengaruh lingkungan.

2.4    Aktivitas (Activities)

Menurut Sudarsono (1999:8) aktivitas adalah kegiatan seseorang dalam bertindak, reaksi cepat dan lambat seseorang bertindak, kecerdasan dan kerajian bekerja. Dalam Univeritas Kristen Petra (2007:9) Ada tiga hal yang dapat membentuk keputusan seseorang untuk berpartisipasi dalam aktivitas tertentu yaitu:

  1. Faktor personal, individual,dan keluarga (yang selanjutnya akan disebut sebagai faktor personal)
    1. Faktor lingkungan sosial
    2. Faktor kesempatan

Adapun uraian untuk penjelasan diatas yaitu :

  1. Faktor Personal

Banyak hal dalam diri masing-masing individu yang dapat dikategorikan sebagai faktor personal, misalnya saja kepribadian, keahlian yang dimiliki, kebutuhan, hobby, tujuan hidup seseorang, dan lain-lain. Hal-hal tersebut akan berbeda-beda pada setiap orang, yang menjadikan keputusan berpartisipasi masing-masing orang pada aktivitas tertentu juga akan berbeda. Hal-hal tersebut diatas dikelompokkan lagi kedalam tiga kelompok besar, yakni:

a)      Usia dan tahapan dalam daur hidup, usia seseorang akan membentuk keputusan pemilihan jenis aktivitas. Selain itu, waktu yang dimiliki seseorang juga sangat mempengaruhi keterlibatan seseorang terhadap suatu aktivitas.

b)      Jenis kelamin, perbedaan jenis kelamin sangat mungkin menyebabkan terjadinya perbedaan pada pemilihan aktivitas, dimana bagi wanita lebih cenderung mempunyai tanggung jawab besar terhadap anak dan keluarga (mengurus keluarga) sedangkan pria cenderung hanya untuk bekerja dan mencari nafkah.

c)      Tingkat pendidikan, bentuk dan jenjang pendidikan yang ditempuh seseorang juga menjadi salah satu faktor yang menentukan aktivitas yang dipilih seseorang. Bentuk dan jenjang pendidikan yang ditempuh seseorang, akan berpengaruh pada pekerjaan, kelas, dan tingkat pendapatan.

  1. Faktor Lingkungan Sosial

Menurut Univeritas Kristen Petra (2007:10), yang termasuk dalam faktor lingkungan sosial ada beberapa macam, yakni:

a)      Tingkat pendapatan, tingkat pendapatan tentu saja menjadi salah satu hal yang sangat mungkin membentuk aktivitas seseorang, banyak kegiatan-kegiatan luang yang terbentuk dari pendapatan seseorang. Ketika seseorang mempunyai tingkat pendapatan yang tinggi, dimana tingkat dispossable income-nya (sisa pendapatan yang dimiliki setelah dikurangi dengan pengeluaran untuk kebutuhan hidup) juga tinggi, maka range (jenis) kegiatan luang yang dapat diikutinya juga akan semakin banyak. Seperti diketahui, dewasa ini, semakin jarang ditemui aktivitas-aktivitas yang partisipasinya tidak membutuhkan biaya.

b)      Kelas sosial, menurut Kotler (1999: 147) kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan tingkah laku yang serupa. Di dalam hubungannya dengan aktivitas, kelas sosial dapat diartikan sebagai pengelompokkan masyarakat ke dalam kategori-kategori berdasarkan pekerjaan. Karena hubungan antara kelas sosial dengan pendapatan, pendidikan dan mobilitas sangat erat, maka ditentukan bahwa pekerjaan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas yang dipilih oleh seseorang.

c)      Iklim sosial, jika dalam kelas sosial pengelompokan terjadi atas dasar satu kategori saja, misalnya tingkat pendapatan, maka pada iklim sosial cakupan pengelompokannya lebih luas, tidak lagi dilihat hanya berdasarkan satu kategori. Variabel-variabel yang mendasari lebih kompleks, berkaitan dengan usia, pendapatan, pekerjaan,dan tingkat pendidikan. Semua variabel tersebut ikut mempengaruhi seseorang untuk melakukan bentuk aktivitas tertentu. Selain variabel-variabel diatas, trend menjadi salah satu variabel yang membentuk iklim sosial, yang kemudian juga ikut menentukan keputusan pemilihan seseorang terhadap suatu aktivitas tertentu.

3.  Faktor Kesempatan

Selain faktor personal dan lingkungan sosial, ada pula faktor kesempatan. Kesempatan berpengaruh besar bagi bentuk aktivitas yang mungkin dipilih dan diikuti oleh seseorang. Hal-hal tersebut diatas adalah bentuk-bentuk dari kesempatan yang mungkin muncul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: